Tanjung Pura —
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumatera Utara, Jalu Yuswa Panjang, melaksanakan kunjungan kerja strategis ke lahan ketahanan pangan (Ketapang) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung Pura.
Kunjungan ini difokuskan untuk meninjau secara langsung efektivitas dan tata kelola program kemandirian serta ketahanan pangan yang menjadi teladan di lingkungan pemasyarakatan.
Dalam kunjungan tersebut, Kakanwil didampingi langsung oleh Kepala Rutan Kelas IIB Tanjung Pura, Fransisco Pandia, beserta seluruh Kepala UPT dan jajaran pemasyarakatan se-Rayon Langkat pada Kamis (29/10).
Kehadiran Kakanwil disambut dengan paparan nyata mengenai progres luar biasa yang dicapai Rutan Tanjung Pura dalam mengoptimalkan fungsi pembinaan kepribadian dan kemandirian warga binaan. Di sektor pertanian, rutan sukses mengembangkan hortikultura melalui sistem hidroponik dan olahan tanah langsung untuk aneka ragam sayuran produktif.
Tidak hanya itu, sektor peternakan dan perikanan di Rutan Tanjung Pura juga menunjukkan kemajuan pesat. Pengelolaan peternakan kambing, ayam kampung, ayam petelur, hingga bebek berjalan beriringan dengan budi daya perikanan seperti ikan lele dan nila. Rutan bahkan menginisiasi budi daya maggot secara mandiri sebagai solusi pakan alternatif yang efisien dan ramah lingkungan.
Lebih lanjut, Kakanwil memberikan apresiasi tinggi terhadap pelibatan aktif warga binaan. Seluruh sarana pendukung, termasuk pembangunan kandang-kandang ternak dan fasilitas penunjang lainnya, dikerjakan secara mandiri oleh warga binaan di bawah bimbingan petugas. Hal ini membuktikan bahwa Rutan Tanjung Pura tidak hanya sukses mencetak ketahanan pangan, tetapi juga konsisten membekali warga binaan dengan keahlian konstruksi, pertanian, dan peternakan yang bernilai tinggi sebagai bekal reintegrasi sosial saat kembali ke masyarakat.
Melalui kunjungan kerja ini, Kanwil Ditjenpas Sumut mendorong seluruh satuan kerja pemasyarakatan untuk mencontoh langkah progresif Rutan Tanjung Pura. Optimalisasi potensi lahan secara berkesinambungan dinilai mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjadi instrumen utama dalam menyukseskan pembinaan warga binaan yang produktif, mandiri, dan berdaya saing.(AVID/rel)






























