Radarbarat.net Gayo Lues, (Aceh) — Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gayo Lues terus melaksanakan kegiatan asistensi relawan anti narkotika dalam rangka komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) bagi sumber daya pembangunan desa. Kegiatan ini dibuka oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Gayo Lues, H. Irwansyah, SE., MM., yang berlangsung di Hotel Logon, Kampung Kawa, Blangkejeren, pada Selasa (27/10).
Dalam sambutannya, Irwansyah menyampaikan betapa pentingnya peran seluruh pihak dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika di daerah ini. Upaya pencegahan narkotika tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum atau badan narkotika nasional semata. Diperlukan peran aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa, lembaga pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, keluarga, pemuda, hingga para relawan anti narkotika.

Melalui kegiatan ini, ia berharap para relawan dapat memahami bahaya penyalahgunaan narkotika, mengenali faktor-faktor risiko di lingkungan masyarakat, serta mampu menyampaikan informasi pencegahan secara tepat, efektif, dan mudah dipahami oleh berbagai kelompok masyarakat.
Ia juga mengajak para kepala desa dan seluruh perangkat desa agar mendukung kegiatan pencegahan narkotika melalui program-program pemberdayaan masyarakat, kegiatan kepemudaan, pendidikan keluarga, sosialisasi di lingkungan desa, serta penguatan partisipasi masyarakat.
“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat gerakan pencegahan narkotika hingga ke tingkat desa. Jangan sampai generasi muda kita kehilangan kesempatan untuk berkembang akibat penyalahgunaan narkotika. Sebaliknya, mari kita ciptakan lingkungan yang mendukung mereka untuk belajar, berkarya, berprestasi, dan berkontribusi bagi kemajuan daerah,” pintanya.
Sementara itu, Kepala BNNK Gayo Lues, Fauzul Iman, S.T., M.Si., menjelaskan bahwa permasalahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika merupakan ancaman serius yang membutuhkan perhatian dan keterlibatan bersama. Upaya pencegahan tidak dapat hanya dilakukan oleh BNN atau aparat penegak hukum, tetapi memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah, pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, keluarga, pemuda, dan para relawan anti narkotika.
“Desa memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya pencegahan narkoba. Desa bukan hanya menjadi pusat penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan, tetapi juga merupakan lingkungan sosial tempat keluarga tumbuh, generasi muda berkembang, serta nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian masyarakat dibangun,” jelasnya.

Kegiatan asistensi ini memiliki arti penting dalam meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan para relawan anti narkotika dalam melaksanakan komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan para relawan dapat memahami cara menyampaikan pesan-pesan pencegahan narkoba secara tepat, menarik, mudah dipahami, dan sesuai dengan karakteristik masyarakat di wilayah masing-masing. Relawan anti narkotika diharapkan tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga menjadi penggerak kepedulian masyarakat, teladan dalam perilaku hidup sehat, serta mitra strategis BNN dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkoba.
Ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian bersama: pertama, tingkatkan kapasitas dan pemahaman tentang bahaya narkotika. Para relawan harus memiliki pengetahuan yang memadai agar mampu memberikan informasi yang benar dan tidak menyesatkan kepada masyarakat. Kedua, optimalkan komunikasi, informasi, dan edukasi di lingkungan desa. Penyampaian pesan pencegahan dapat dilakukan melalui pertemuan warga, kegiatan PKK, pengajian, karang taruna, kegiatan kepemudaan, forum desa, serta berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya. Ketiga, bangun ketahanan keluarga dan kepedulian lingkungan. Keluarga merupakan benteng pertama dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba. Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, pengawasan yang positif, serta penanaman nilai-nilai agama dan moral merupakan bagian penting dalam membentuk generasi yang tangguh.
“Kita ingin agar pembangunan desa tidak hanya menghasilkan kemajuan dalam bidang infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga menghasilkan masyarakat yang sehat, berdaya, dan memiliki ketahanan terhadap penyalahgunaan narkoba. Pembangunan desa yang berkualitas harus berjalan seiring dengan pembangunan sumber daya manusia. Oleh sebab itu, program pencegahan narkoba perlu menjadi bagian dari kepedulian dan gerakan bersama di tengah masyarakat,” tegasnya.
Para relawan diharapkan memanfaatkan kegiatan asistensi ini dengan sebaik-baiknya, aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, serta menyusun langkah-langkah nyata yang dapat diterapkan setelah kegiatan selesai. Keberhasilan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika bukan hanya diukur dari banyaknya kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran masyarakat, tumbuhnya kepedulian lingkungan, terbentuknya ketahanan keluarga, serta adanya tindakan nyata masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
“Mari kita wujudkan Desa Bersinar (Bersih Narkoba) di Kabupaten Gayo Lues melalui pemberdayaan masyarakat dan optimalisasi sumber daya pembangunan desa. Akhirnya, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat nyata dan menjadi langkah awal yang baik,” harapnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh para pengulu, tokoh agama, tokoh pemuda, dan relawan anti narkotika dari berbagai desa di wilayah Kabupaten Gayo Lues.






























