Radarbarat.net GAYO LUES, (ACEH) — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gayo Lues terus melakukan pemantauan ketat serta penanganan cepat terhadap sejumlah titik kerusakan infrastruktur akibat potensi ancaman bencana banjir dan tanah longsor di wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Gayo Lues, Muhaimini, ST., M.Ec.Dev., menyampaikan bahwa berdasarkan laporan harian tim Pusdalops per Minggu (27/9/2026), terdapat beberapa lokasi terdampak yang memerlukan perhatian intensif.

“Saat ini kondisi cuaca di lapangan secara umum terpantau cerah, namun kita menetapkan status Siaga mengingat potensi ancaman banjir dan longsor masih ada. Petugas di lapangan melaporkan adanya kerusakan akses jalan dan jembatan di beberapa titik,” lokasi Kalaksa BPBD Gayo Lues, Muhaimini, ST., M.Ec.Dev., dalam keterangannya, Minggu sore, (27/09/2026)
Muhaimini menjelaskan, salah satu dampak paling signifikan terjadi di Kampung Pasir, di mana jembatan penghubung utama terputus total. Kondisi ini menyebabkan sebanyak 33 Kepala Keluarga (KK) saat ini berada dalam kondisi terisolir.
“Jembatan penghubung Kampung Pasir terputus, mengakibatkan 33 KK terisolir. Tim TRC dan petugas piket BPBD sudah disiagakan untuk memetakan penanganan darurat serta menyiapkan opsi pendistribusian logistik dan bantuan ke lokasi tersebut,” tegas Muhaimin.
Selain jembatan di Kampung Pasir, gangguan aksesibilitas juga terjadi di ruas jalan Ketukah serta jalur menuju Desa Remukut. Kedua akses tersebut mengalami kerusakan hingga terputus dan saat ini hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda dua.
Guna mengantisipasi dampak yang lebih luas, BPBD Gayo Lues telah menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC), armada penanggulangan, serta logistik pendukung.
Informasi peringatan dini juga terus disebarluaskan kepada masyarakat secara berkala melalui media sosial resmi @pusdalops_bpbd_gayo_lues.
“Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya yang melintasi titik-titik rawan longsor dan jalan rusak, agar tetap waspada dan hati-hati. Pihak kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk upaya pemulihan akses jalan dan jembatan secepatnya,” tutup Muhaimin.(Rilis)






























