MEDAN —
Suasana senja di Masjid Jamik Kebun Bunga, Medan, selalu menghadirkan kehangatan tersendiri setiap sore Senin dan Kamis.
Di tengah riuk pikuk kota, puluhan jamaah berkumpul dengan tenang menantikan azan magrib untuk berbuka puasa sunah bersama.
Tradisi kebaikan yang merawat kebersamaan ini terus mengalir menjadi ruang silaturahmi yang menyejukkan hati.
Keberlangsungan kegiatan sederhana namun bermakna ini tidak lepas dari kepedulian bersama.
Di antara deretan hidangan santap malam yang disajikan, terdapat kontribusi dan dukungan konsisten dari para dermawan termasuk dua pegiat sosial Abel dan Reza.
Kehadiran dan kepedulian yang dihadirkan secara bersahaja ini membantu memastikan kebiasaan baik tersebut dapat terus berjalan setiap minggunya.
Bagi jamaah yang hadir, momentum berbuka puasa sunah ini bukan sekadar tentang melepas dahaga, melainkan tentang merawat rasa persaudaraan. Berbagi hidangan dalam nampan yang sama menumbuhkan rasa kebersamaan yang erat antarwarga, tanpa memandang latar belakang sosial maupun usia.
Merasa tersentuh oleh konsistensi kepedulian yang diberikan, para jamaah memanfaatkan momen berharga sebelum dan sesudah shalat untuk melangitkan doa bersama. Dengan tulus, jamaah mendoakan agar Abel dan Reza senantiasa mendapat kebaikan, perlindungan dari Allah SWT, kesehatan yang prima, serta rezeki yang terus mengalir tak pernah putus.
Melalui kebiasaan berbuka puasa sunah ini, Masjid Jamik Kebun Bunga berharap semangat saling peduli dan berbagi dapat terus hidup di tengah masyarakat. Kebersamaan yang terjalin menjadi pengingat bahwa kebaikan-kebaikan kecil yang dirawat bersama mampu memberikan kesejukan bagi banyak jiwa.






























