Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan Menjadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan

REDAKSI MEDAN

- Redaksi

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:03 WIB

5037 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cilacap,
Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, memberikan apresiasi tinggi atas transformasi kawasan Pemasyarakatan Nusakambangan yang kini berkembang menjadi sentra ketahanan pangan sekaligus pusat pembinaan kemandirian bagi warga binaan.

Apresiasi tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke Nusakambangan, Sabtu (20/6), bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.

Dalam kunjungannya, Titiek meninjau berbagai program unggulan yang dikembangkan di Nusakambangan, mulai dari Workshop Fly Ash Bottom Ash (FABA), sektor pertanian dan peternakan, produksi pupuk organik, Balai Latihan Kerja (BLK) konveksi, pengolahan sampah, budidaya perikanan, tambak udang vaname, hingga budidaya ikan sidat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Atas nama Komisi IV, saya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Menteri beserta jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Semoga berbagai program yang telah berjalan di Nusakambangan dapat menjadi contoh dan diterapkan di wilayah lainnya,” ujar Titiek.

Menurut Titiek, citra Nusakambangan yang selama ini dikenal sebagai kawasan pemasyarakatan dengan tingkat keamanan tinggi telah berubah menjadi kawasan yang produktif dan mampu menghasilkan berbagai komoditas yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ia mengaku terkesan setelah melihat langsung berbagai kegiatan pembinaan dan pemberdayaan warga binaan di kawasan tersebut.

Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menyampaikan bahwa berbagai masukan dan arahan dari Komisi IV DPR RI akan menjadi bahan evaluasi untuk semakin memperkuat program pembinaan dan ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan. Ia juga menegaskan bahwa seluruh lapas dan rutan terus didorong untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia guna mendukung program ketahanan pangan nasional.

Saat ini, kawasan Nusakambangan telah mengelola sekitar 135 hektare lahan produktif dengan melibatkan ratusan warga binaan dalam berbagai kegiatan, seperti pertanian, peternakan, perikanan, konveksi, pengolahan sampah, serta budidaya udang dan sidat.

Transformasi ini menjadi bukti nyata komitmen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam mewujudkan pembinaan yang produktif, berkelanjutan, serta menyiapkan warga binaan agar siap kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat.(AVID/rel)

Berita Terkait

Lapas Sibolga Gandeng Pemkot dan Perguruan Tinggi Kembangkan Budidaya Ikan untuk Ketahanan Pangan
Kemenimipas Salurkan Bantuan bagi Terdampak Gempa Flores, Dirjenpas Tinjau Kondisi Rutan Ruteng
Tingkatkan Jasmani dan Sportivitas WBP, Lapas Narkotika Langkat Resmi Buka Turnamen Mini Soccer “Plt KALAPAS CUP”
Kanwil Ditjenpas Sumut lakukan Pemeriksaan Lanjutan Warga Binaan Terkait Dugaan Kasus Love Scamming
Tingkatkan Motivasi dan Imunitas, Lapas Narkotika Langkat Gelar Apel Penghargaan Pegawai Teladan dan Pembagian Vitamin
Antisipasi Gangguan Kamtib, Lapas Narkotika Langkat Gandeng TNI-Polri Gelar Razia Gabungan Blok Hunian
Tembus Rp7,08T, Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90,3 Persen pada 2025, Ditopang Produksi dan Efisiensi
Wujud Nyata Pelayanan Prima, Lapas Narkotika Langkat Bagikan Paket Alat Mandi dan Pakaian untuk Warga Binaan

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 19:29 WIB

Meski Tak Lagi Wali Kota, Haji Affan Alfian Bintang Tetap Didoakan dan Dihormati Tukang Becak Subulussalam

Kamis, 20 November 2025 - 00:07 WIB

Ultimatum 5×24 Jam untuk Kejari Baru, Mahasiswa Desak Bongkar Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1,2 Miliar

Berita Terbaru