Satu Malam yang Hidup Setelah lebaran ada Tradisi Bejamu Saman di Kabupaten Gayo Lues

MUHAMMAD TUJUNG

- Redaksi

Rabu, 15 April 2026 - 20:13 WIB

50174 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Nur Hajijah, Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Syiah Kuala Banda Aceh

Di tanah Gayo Lues, suasana setelah Idul Fitri tidak pernah benar-benar sepi, Justru setelah takbir mereda dan silaturahmi keluarga mulai usai, masyarakat kembali menemukan cara lain untuk merayakan kebersamaan. Yaitu tradisi bejamu saman satu hari satu malam menjadi ruang hidup di mana kampung-kampung saling mengunjungi, membawa semangat persaudaraan yang telah diwariskan turun-temurun.di sini lebaran tidak hanya tentang kemenangan spiritual, tetapi juga tentang memperkuat hubungan sosial melalui budaya yang hidup dan terus bergerak.

Sejak siang hari, suasana kampung sudah terasa berbeda. Warga sibuk melakukan berbagai persiapan untuk menyambut tamu; hidangan disusun rapi, rumah-rumah dibersihkan, dan segala kebutuhan dipastikan siap. Wajah-wajah penuh harap terlihat di setiap sudut kampung, menandakan antusiasme menyambut rombongan dari kampung lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Memasuki sore hari, para tamu mulai berdatangan dan disambut dengan penuh kehangatan, seolah bukan orang asing, melainkan keluarga yang telah lama dirindukan. Setelah penyambutan, para tamu tidak langsung menuju rumah masing-masing, melainkan terlebih dahulu berkumpul di balai desa. Di sanalah berlangsung prosesi pemanggilan satu per satu untuk pembagian “serinen” atau sahabat. Setelah mendapatkan serinen, barulah para tamu dibawa ke rumah masing-masing. Di rumah inilah mereka langsung dijamu dengan hidangan yang telah disiapkan, sambil berbagi cerita dan tawa yang menghangatkan suasana kebersamaan.

Setelah dari rumah serinen atau sahabat tersebut, para tamu biasanya kembali berkumpul di balai desa untuk melanjutkan rangkaian acara berikutnya. Sebelum memulai pertunjukan tarian Saman, acara biasanya diawali dengan “ejer marah” atau dalam bahasa Indonesia berarti memberi arahan kepada para peserta. Setelah itu, suasana semakin meriah dengan penampilan tarian saman yang dibawakan dengan penuh semangat dan kekompakan.

Cahaya lampu mulai menerangi lapangan atau halaman tempat pertunjukan berlangsung. Para penari Tari Saman bersiap, duduk berbanjar rapi, menunggu aba-aba untuk memulai. Ketika syair pertama dilantunkan, suasana seketika berubah. Tepukan tangan yang serentak, gerakan tubuh yang cepat dan harmonis, serta suara lantang yang menggema menciptakan energi yang luar biasa. Penonton terpukau, larut dalam ritme yang terus meningkat, seakan waktu berhenti sejenak untuk memberi ruang bagi keindahan itu.

Pertunjukan berlangsung secara bergantian antara tuan rumah dan tamu. Setiap kelompok berusaha menampilkan yang terbaik, bukan untuk bersaing secara keras, melainkan untuk menunjukkan identitas dan kekompakan mereka. Tari Saman ditampilkan dengan penuh energi dan kekompakan, menghadirkan suasana yang meriah dan memukau para penonton.

Setelah beberapa sesi Tari Saman, acara dilanjutkan dengan Tari Bines yang biasanya dibawakan oleh remaja perempuan. Dengan gerakan yang lebih lembut dan anggun, Tari Bines menjadi penyeimbang di tengah dinamika Tari Saman yang penuh semangat, menambah keindahan dan variasi pertunjukan. Di sela-sela Tari Bines, biasanya ada tradisi “munajuk”, yaitu tamu memberi uang kepada penari sebagai tanda penghargaan dan dukungan, yang membuat suasana semakin interaktif dan hangat. Setelah Tari Bines, pertunjukan Tari Saman kembali berlanjut dan biasanya berlangsung hingga pagi hari, menciptakan pengalaman kebudayaan Gayo yang hidup, energik, dan tak terlupakan.

Menariknya, tradisi bejamu saman tidak berhenti dalam hitungan jam. Ia terus berlanjut hingga larut malam, bahkan sampai menjelang pagi. Dalam rentang satu hari satu malam itu, masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga bagian dari peristiwa budaya yang hidup. Anak-anak, remaja, hingga orang tua berkumpul dalam satu ruang yang sama, berbagi pengalaman yang sulit dilupakan. Rasa lelah seakan tidak terasa, tergantikan oleh semangat kebersamaan yang terus mengalir.

Lebih dari sekadar hiburan, bejamu saman mengandung nilai-nilai kehidupan yang sangat dalam. Tradisi ini mengajarkan pentingnya menghormati tamu, menjaga hubungan sosial, serta melestarikan warisan budaya. Di tengah arus modernisasi yang semakin kuat, kehadiran tradisi ini menjadi pengingat bahwa identitas tidak boleh hilang. Justru melalui kegiatan seperti inilah, generasi muda belajar mengenal dan mencintai budaya mereka sendiri.

Akhirnya, bejamu saman bukan hanya tentang satu malam yang panjang, tetapi tentang perjalanan kebersamaan yang terus berlanjut. Ia menjadi simbol bahwa budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan sesuatu yang harus terus dihidupkan. Di Gayo Lues, dalam setiap tepukan tangan dan lantunan syair, tersimpan cerita tentang persatuan, kebanggaan, dan harapan bahwa tradisi ini akan terus hidup, dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Berita Terkait

Diduga Edarkan Narkotika Jenis Sabu, Satresnarkoba Polres Gayo Lues Berhasil Ciduk Seorang Oknum ASN 
Bravo! Satresnarkoba Polres Gayo Lues Kembali Cetak Prestasi, Kasus Sabu Berhasil Diungkap
Satresnarkoba Polres Gayo Lues Ungkap Kasus Narkotika Ganja, Seorang Perempuan Diamankan
Resmi Jabat Kapolres Gayo Lues, AKBP Cakra Donya Disambut Didong Alo dan Tari Ranup Lampuan
Kapolda Aceh Pimpin Sertijab 7 Pejabat Utama dan 9 Kapolres Jajaran Polda Aceh
Temu Ramah Kegiatan MPLS SMAN 1 Putri Betung Tahun Pelajaran 2026/2027 Perkuat Sinergi Sekolah dengan Forkopimcam dan Masyarakat
Satresnarkoba Polres Gayo Lues Ringkus Dua Pelaku Penyalahgunaan Sabu, Pemasok Masih Diburu 
Hari Bhayangkara Ke-80, Kapolres Gayo Lues: Tingkatkan Pelayanan Terbaik Kepada Masyarakat

Berita Terbaru

LANGKAT

LANGKAT – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Langkat kembali menunjukkan komitmen dan kepedulian sosialnya terhadap lingkungan sekitar. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat, jajaran Lapas Narkotika Langkat menggelar aksi bakti sosial berupa pengecoran perbaikan jalan fasilitas umum sepanjang 25 meter di kawasan Jalan Simpang Ladang, Selasa (21/07/2026). Langkah konkrit perbaikan infrastruktur ini terwujud berkat sinergi dan dukungan penuh pendanaan dari sisa hasil usaha/keuntungan Induk Koperasi Pemasyarakatan Indonesia (Inkopasindo) yang disalurkan melalui Koperasi Lapas Narkotika Langkat, serta berkolaborasi langsung dengan Pemerintah Desa Cempa, Kabupaten Langkat. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Langkat, Yan Patmos, menegaskan bahwa aksi sosial ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan bukti nyata keberadaan jajaran Pemasyarakatan yang berorientasi pada kepedulian masyarakat. “Kegiatan ini kami laksanakan selaras dengan semangat dan slogan ‘Pemasyarakatan PASTI Bermanfaat untuk Masyarakat’. Jalan Simpang Ladang ini merupakan akses vital, tidak hanya sebagai jalur utama menuju kawasan Lapas tetapi juga nadi mobilitas harian warga setempat. Melalui perbaikan ini, kami berharap dapat memberikan kenyamanan, keamanan berkendara, serta memperlancar roda perekonomian dan aktivitas warga sehari-hari,” tutur Yan Patmos di sela-sela kegiatan. Semangat gotong royong tampak menyelimuti lokasi kegiatan. Aksi perbaikan jalan ini melibatkan partisipasi aktif dari berbagai unsur, mulai dari seluruh jajaran pejabat struktural, staf, tim pengamanan, Kepala Dusun setempat, masyarakat sekitar, hingga warga binaan Lapas yang telah memenuhi kriteria dan syarat. Pelibatan warga binaan ini sekaligus menjadi ruang pembinaan kerja dan sarana pengabdian langsung mereka sebelum kembali sepenuhnya ke tengah masyarakat. Sementara itu, Kepala Desa Cempa, M. Sayed, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kontribusi nyata yang diberikan oleh pihak Lapas beserta Inkopasindo. “Atas nama warga dan Pemerintah Desa Cempa, kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran Lapas Narkotika Langkat dan Inkopasindo atas bantuan bakti sosial ini. Perbaikan jalan sepanjang 25 meter ini sangat berarti bagi kelancaran mobilitas dan keselamatan warga kami yang melintas setiap hari,” ungkap M. Sayed. Aksi tanggap lingkungan ini pun disambut antusias oleh warga sekitar. Selain menyampaikan rasa terima kasih, masyarakat berharap jalinan silaturahmi, sinergi, dan kerja sama harmonis antara Lapas Narkotika Langkat dengan warga Desa Cempa dapat terus terpelihara secara erat dan berkesinambungan di masa-masa mendatang.(AVID/rel)

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:59 WIB

Diduga Edarkan Narkotika Jenis Sabu, Satresnarkoba Polres Gayo Lues Berhasil Ciduk Seorang Oknum ASN 

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:08 WIB

Bravo! Satresnarkoba Polres Gayo Lues Kembali Cetak Prestasi, Kasus Sabu Berhasil Diungkap

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:43 WIB

Resmi Jabat Kapolres Gayo Lues, AKBP Cakra Donya Disambut Didong Alo dan Tari Ranup Lampuan

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:44 WIB

Kapolda Aceh Pimpin Sertijab 7 Pejabat Utama dan 9 Kapolres Jajaran Polda Aceh

Senin, 13 Juli 2026 - 19:59 WIB

Temu Ramah Kegiatan MPLS SMAN 1 Putri Betung Tahun Pelajaran 2026/2027 Perkuat Sinergi Sekolah dengan Forkopimcam dan Masyarakat

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:34 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Ringkus Dua Pelaku Penyalahgunaan Sabu, Pemasok Masih Diburu 

Rabu, 1 Juli 2026 - 17:07 WIB

Hari Bhayangkara Ke-80, Kapolres Gayo Lues: Tingkatkan Pelayanan Terbaik Kepada Masyarakat

Minggu, 28 Juni 2026 - 23:34 WIB

Polres Gayo Lues Gelar Olahraga Bersama Semarakkan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026

Berita Terbaru

LANGKAT

LANGKAT – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Langkat kembali menunjukkan komitmen dan kepedulian sosialnya terhadap lingkungan sekitar. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat, jajaran Lapas Narkotika Langkat menggelar aksi bakti sosial berupa pengecoran perbaikan jalan fasilitas umum sepanjang 25 meter di kawasan Jalan Simpang Ladang, Selasa (21/07/2026). Langkah konkrit perbaikan infrastruktur ini terwujud berkat sinergi dan dukungan penuh pendanaan dari sisa hasil usaha/keuntungan Induk Koperasi Pemasyarakatan Indonesia (Inkopasindo) yang disalurkan melalui Koperasi Lapas Narkotika Langkat, serta berkolaborasi langsung dengan Pemerintah Desa Cempa, Kabupaten Langkat. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Langkat, Yan Patmos, menegaskan bahwa aksi sosial ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan bukti nyata keberadaan jajaran Pemasyarakatan yang berorientasi pada kepedulian masyarakat. “Kegiatan ini kami laksanakan selaras dengan semangat dan slogan ‘Pemasyarakatan PASTI Bermanfaat untuk Masyarakat’. Jalan Simpang Ladang ini merupakan akses vital, tidak hanya sebagai jalur utama menuju kawasan Lapas tetapi juga nadi mobilitas harian warga setempat. Melalui perbaikan ini, kami berharap dapat memberikan kenyamanan, keamanan berkendara, serta memperlancar roda perekonomian dan aktivitas warga sehari-hari,” tutur Yan Patmos di sela-sela kegiatan. Semangat gotong royong tampak menyelimuti lokasi kegiatan. Aksi perbaikan jalan ini melibatkan partisipasi aktif dari berbagai unsur, mulai dari seluruh jajaran pejabat struktural, staf, tim pengamanan, Kepala Dusun setempat, masyarakat sekitar, hingga warga binaan Lapas yang telah memenuhi kriteria dan syarat. Pelibatan warga binaan ini sekaligus menjadi ruang pembinaan kerja dan sarana pengabdian langsung mereka sebelum kembali sepenuhnya ke tengah masyarakat. Sementara itu, Kepala Desa Cempa, M. Sayed, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kontribusi nyata yang diberikan oleh pihak Lapas beserta Inkopasindo. “Atas nama warga dan Pemerintah Desa Cempa, kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran Lapas Narkotika Langkat dan Inkopasindo atas bantuan bakti sosial ini. Perbaikan jalan sepanjang 25 meter ini sangat berarti bagi kelancaran mobilitas dan keselamatan warga kami yang melintas setiap hari,” ungkap M. Sayed. Aksi tanggap lingkungan ini pun disambut antusias oleh warga sekitar. Selain menyampaikan rasa terima kasih, masyarakat berharap jalinan silaturahmi, sinergi, dan kerja sama harmonis antara Lapas Narkotika Langkat dengan warga Desa Cempa dapat terus terpelihara secara erat dan berkesinambungan di masa-masa mendatang.(AVID/rel)

Rabu, 22 Jul 2026 - 00:40 WIB

Komjen Pol. Prof. Dr. Cryshnanda Dwilaksana (Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian). (Foto Ist).

HUKUM & KRIMINAL

Konsep Konsep Penting dan Mendasar dalam Penyusunan UULLAJ

Selasa, 21 Jul 2026 - 21:35 WIB