LSM Gempita: Penanganan Kasus Silayakh Terkesan Pilih Kasih

RADAR BARAT

- Redaksi

Senin, 17 November 2025 - 02:20 WIB

50346 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE | Aroma ketidakberesan yang menyeruak dari balik proyek Jembatan Silayakh kian menyengat. Meski aparat penegak hukum telah menetapkan sejumlah tersangka, publik masih bertanya-tanya soal transparansi dan keadilan penanganan kasus. Di tengah sorotan tajam terhadap Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara, suara kritis datang dari LSM Gempita yang menuntut penegakan hukum tanpa pandang bulu.

Ketua LSM Gempita, Junaidi SP, yang akrab disapa Nal pada Minggu 16 November 2025, menyebut kasus ini jauh dari terang. Ia meminta agar Kejari Aceh Tenggara membuka semua simpul gelap dalam pusaran korupsi jembatan tersebut. Menurut Nal, penetapan tersangka terhadap PPK dari Dinas Pekerjaan Umum, berinisial YF, baru sebatas pintu masuk perkara. Di balik YF, diduga masih banyak pihak lain yang belum disentuh, meskipun peran mereka tak kalah sentral.

Proyek Jembatan Silayakh yang menelan anggaran dari uang rakyat itu, sebut Gempita, bukan hanya menyimpan persoalan administrasi dan teknis lapangan, tapi juga berjejaring dengan kepentingan yang lebih luas. Dalam pandangan mereka, CV yang terkait dengan pelaksanaan proyek disebut-sebut menyerahkan pelaksanaannya ke pihak ketiga berinisial AA. Ironisnya, sosok AA yang diberi peran lapangan dalam kelanjutan proyek, justru belum tersentuh hukum, meski indikasi keterlibatannya cukup kuat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Riwayat proyek itu sendiri mencatat sejumlah kejanggalan. Dari proses awal pelelangan hingga tahapan pembelian material konstruksi seperti besi—bahkan yang diduga hilang dalam jumlah ton-an—proyek ini menyisakan lubang yang seolah tak kunjung ditambal oleh aparat. LSM menilai, sejumlah nama besar yang harusnya menjadi bagian dari pusaran hukum, justru menikmati status kekebalan tak resmi. Bahkan, ujar Nal, pernah ada pengungkapan awal oleh aparat penegak hukum pada masa lalu, namun berakhir dengan ‘tangkap-lepas’, yang membuat publik makin apatis terhadap penyelesaian perkara.

Gempita menyebut bakal menyurati secara resmi Kejari Aceh Tenggara dalam waktu dekat, guna meminta penjelasan sekaligus menuntut pemeriksaan menyeluruh dan penetapan tersangka baru yang menyeluruh. Mereka menduga masih ada aktor yang berdiri di balik layar, yang lolos dari jerat hukum oleh karena adanya ketidaktegasan atau mungkin keberpihakan dalam proses penyidikan.

Di titik ini, LSM Gempita juga menyinggung soal tim pelaksana proyek yang terdiri dari PA, PPTK, dan konsultan pengawas. Dalam struktur proyek pemerintahan, regulasi mengatur secara tegas tentang tanggung jawab masing-masing pihak. Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah mempertegas fungsi PPK dan PPTK dalam pelaksanaan kegiatan. Jika ada pelanggaran prosedur, mestinya semua pihak yang terlibat, termasuk atasan langsung dari PPK, ikut dimintai pertanggungjawaban.

Kesangsian makin menguat ketika pihak kontraktor disebut membeli peralatan dan jasa dari pihak lain yang kemudian dikaitkan dengan AA. Transaksi keuangan yang diduga mengalir ke rekening pribadi AA, sebut Gempita, perlu dikuliti lebih dalam oleh aparat, sebab bisa menjadi petunjuk utama soal distribusi dana proyek yang keluar dari jalur semestinya. Apalagi dalam sebuah pernyataan sebelumnya, pihak keluarga dari CV disebut-sebut memiliki hubungan langsung dengan AA.

Sementara, dari mulut aparat sendiri, pernah terungkap soal kelebihan anggaran yang mengemuka dalam audit BPK. Sebagian dana disebut telah dikembalikan, namun masih ada kekurangan senilai ratusan juta rupiah yang hingga kini belum jelas status pengembaliannya. Pihak AA disebut berjanji mengembalikannya sebagai bentuk itikad baik, namun LSM menilai belum tampak bukti resmi yang mengonfirmasi hal itu. Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa proses penyidikan bisa saja terburu-buru menerima ‘niat baik’ tanpa mengejar kejelasan dana dan niat pertanggungjawaban hukum.

Ketimpangan dalam penetapan tersangka, ucap Gempita, semakin mencolok. Orang-orang yang jelas-jelas terlibat dalam arus proyek dan keuangan justru lepas total dari proses hukum. Gempita menyebut kejaksaan setempat tidak tegas dan terkesan diskriminatif. Penetapan hukum tidak boleh pilih kasih: status sosial, jabatan, maupun jaringan politik tidak bisa jadi tameng impunitas.

Sikap mendua aparat penegak hukum menjadi soal dalam banyak perkara korupsi infrastruktur. Proyek yang seharusnya menjadi jalan pembuka kemajuan di daerah, sering kali justru menjadi ladang basah yang mengundang persekongkolan antara pelaksana dan pemangku kekuasaan proyek. Ketika hukum hanya menyasar yang kecil dan membiarkan yang besar berenang bebas, maka kepercayaan publik runtuh, dan upaya pemberantasan korupsi hanya menjadi sandiwara di atas meja.

Gempita berjanji akan terus mengawal persoalan Jembatan Silayakh hingga terang benderang. Tidak cukup hanya menetapkan satu-dua nama sebagai korban hukum jika memang masalah ada pada sistem dan jaringan. Nilai kerugian negara bukan semata angka, tapi luka atas harapan publik yang dikorup dan dipermainkan. LSM menyerukan agar Kejari Aceh Tenggara bekerja dalam sorotan rakyat, dengan azas transparansi, akuntabilitas, dan keadilan—tanpa pilih kasih.

Di tengah derasnya arus kritik, Kejari Agara memang punya pilihan: membuktikan bahwa hukum masih punya wibawa, atau membiarkan kesangsian menumpuk hingga mencederai integritas institusi. Satu jembatan runtuh karena korupsi tak hanya merobohkan struktur fisik, tapi juga menjatuhkan kredibilitas negara di mata warganya sendiri. (TIM)

Berita Terkait

Senyum Anak Yatim Menghiasi Jumat Berkah, Kapolres Aceh Tenggara Salurkan Bantuan Penuh Kasih
Ucapan Terima Kasih Keluarga Besar Joyce Christine Br. Hutauruk
Piala Dunia 2026 Satukan Warga dan Polisi dalam Nobar di Gedung 38 Setia
Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Kasat Binmas Polres Aceh Tenggara Hadiri Zikir dan Doa Bersama di Masjid Agung At-Taqwa
Ketika Masyarakat dan Polres Agara Bersatu, Narkoba Kehilangan Tempat Bersembunyi
Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Iptu Hengki Harianto Intensifkan. Pemberantasan Sabu di Bumi Sepakat Segenep Agara
Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Aceh Tenggara Salurkan Bantuan Kapolda Aceh kepada Warga Desa Mendabe
Sentuhan Kasih untuk Sesama, Bantuan Kapolda Aceh Tiba di Tangan Warga yang Membutuhkan

Berita Terbaru

LANGKAT

LANGKAT – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Langkat kembali menunjukkan komitmen dan kepedulian sosialnya terhadap lingkungan sekitar. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat, jajaran Lapas Narkotika Langkat menggelar aksi bakti sosial berupa pengecoran perbaikan jalan fasilitas umum sepanjang 25 meter di kawasan Jalan Simpang Ladang, Selasa (21/07/2026). Langkah konkrit perbaikan infrastruktur ini terwujud berkat sinergi dan dukungan penuh pendanaan dari sisa hasil usaha/keuntungan Induk Koperasi Pemasyarakatan Indonesia (Inkopasindo) yang disalurkan melalui Koperasi Lapas Narkotika Langkat, serta berkolaborasi langsung dengan Pemerintah Desa Cempa, Kabupaten Langkat. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Langkat, Yan Patmos, menegaskan bahwa aksi sosial ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan bukti nyata keberadaan jajaran Pemasyarakatan yang berorientasi pada kepedulian masyarakat. “Kegiatan ini kami laksanakan selaras dengan semangat dan slogan ‘Pemasyarakatan PASTI Bermanfaat untuk Masyarakat’. Jalan Simpang Ladang ini merupakan akses vital, tidak hanya sebagai jalur utama menuju kawasan Lapas tetapi juga nadi mobilitas harian warga setempat. Melalui perbaikan ini, kami berharap dapat memberikan kenyamanan, keamanan berkendara, serta memperlancar roda perekonomian dan aktivitas warga sehari-hari,” tutur Yan Patmos di sela-sela kegiatan. Semangat gotong royong tampak menyelimuti lokasi kegiatan. Aksi perbaikan jalan ini melibatkan partisipasi aktif dari berbagai unsur, mulai dari seluruh jajaran pejabat struktural, staf, tim pengamanan, Kepala Dusun setempat, masyarakat sekitar, hingga warga binaan Lapas yang telah memenuhi kriteria dan syarat. Pelibatan warga binaan ini sekaligus menjadi ruang pembinaan kerja dan sarana pengabdian langsung mereka sebelum kembali sepenuhnya ke tengah masyarakat. Sementara itu, Kepala Desa Cempa, M. Sayed, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kontribusi nyata yang diberikan oleh pihak Lapas beserta Inkopasindo. “Atas nama warga dan Pemerintah Desa Cempa, kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran Lapas Narkotika Langkat dan Inkopasindo atas bantuan bakti sosial ini. Perbaikan jalan sepanjang 25 meter ini sangat berarti bagi kelancaran mobilitas dan keselamatan warga kami yang melintas setiap hari,” ungkap M. Sayed. Aksi tanggap lingkungan ini pun disambut antusias oleh warga sekitar. Selain menyampaikan rasa terima kasih, masyarakat berharap jalinan silaturahmi, sinergi, dan kerja sama harmonis antara Lapas Narkotika Langkat dengan warga Desa Cempa dapat terus terpelihara secara erat dan berkesinambungan di masa-masa mendatang.(AVID/rel)

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:59 WIB

Diduga Edarkan Narkotika Jenis Sabu, Satresnarkoba Polres Gayo Lues Berhasil Ciduk Seorang Oknum ASN 

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:08 WIB

Bravo! Satresnarkoba Polres Gayo Lues Kembali Cetak Prestasi, Kasus Sabu Berhasil Diungkap

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:43 WIB

Resmi Jabat Kapolres Gayo Lues, AKBP Cakra Donya Disambut Didong Alo dan Tari Ranup Lampuan

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:44 WIB

Kapolda Aceh Pimpin Sertijab 7 Pejabat Utama dan 9 Kapolres Jajaran Polda Aceh

Senin, 13 Juli 2026 - 19:59 WIB

Temu Ramah Kegiatan MPLS SMAN 1 Putri Betung Tahun Pelajaran 2026/2027 Perkuat Sinergi Sekolah dengan Forkopimcam dan Masyarakat

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:34 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Ringkus Dua Pelaku Penyalahgunaan Sabu, Pemasok Masih Diburu 

Rabu, 1 Juli 2026 - 17:07 WIB

Hari Bhayangkara Ke-80, Kapolres Gayo Lues: Tingkatkan Pelayanan Terbaik Kepada Masyarakat

Minggu, 28 Juni 2026 - 23:34 WIB

Polres Gayo Lues Gelar Olahraga Bersama Semarakkan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026

Berita Terbaru

LANGKAT

LANGKAT – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Langkat kembali menunjukkan komitmen dan kepedulian sosialnya terhadap lingkungan sekitar. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat, jajaran Lapas Narkotika Langkat menggelar aksi bakti sosial berupa pengecoran perbaikan jalan fasilitas umum sepanjang 25 meter di kawasan Jalan Simpang Ladang, Selasa (21/07/2026). Langkah konkrit perbaikan infrastruktur ini terwujud berkat sinergi dan dukungan penuh pendanaan dari sisa hasil usaha/keuntungan Induk Koperasi Pemasyarakatan Indonesia (Inkopasindo) yang disalurkan melalui Koperasi Lapas Narkotika Langkat, serta berkolaborasi langsung dengan Pemerintah Desa Cempa, Kabupaten Langkat. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Langkat, Yan Patmos, menegaskan bahwa aksi sosial ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan bukti nyata keberadaan jajaran Pemasyarakatan yang berorientasi pada kepedulian masyarakat. “Kegiatan ini kami laksanakan selaras dengan semangat dan slogan ‘Pemasyarakatan PASTI Bermanfaat untuk Masyarakat’. Jalan Simpang Ladang ini merupakan akses vital, tidak hanya sebagai jalur utama menuju kawasan Lapas tetapi juga nadi mobilitas harian warga setempat. Melalui perbaikan ini, kami berharap dapat memberikan kenyamanan, keamanan berkendara, serta memperlancar roda perekonomian dan aktivitas warga sehari-hari,” tutur Yan Patmos di sela-sela kegiatan. Semangat gotong royong tampak menyelimuti lokasi kegiatan. Aksi perbaikan jalan ini melibatkan partisipasi aktif dari berbagai unsur, mulai dari seluruh jajaran pejabat struktural, staf, tim pengamanan, Kepala Dusun setempat, masyarakat sekitar, hingga warga binaan Lapas yang telah memenuhi kriteria dan syarat. Pelibatan warga binaan ini sekaligus menjadi ruang pembinaan kerja dan sarana pengabdian langsung mereka sebelum kembali sepenuhnya ke tengah masyarakat. Sementara itu, Kepala Desa Cempa, M. Sayed, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kontribusi nyata yang diberikan oleh pihak Lapas beserta Inkopasindo. “Atas nama warga dan Pemerintah Desa Cempa, kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran Lapas Narkotika Langkat dan Inkopasindo atas bantuan bakti sosial ini. Perbaikan jalan sepanjang 25 meter ini sangat berarti bagi kelancaran mobilitas dan keselamatan warga kami yang melintas setiap hari,” ungkap M. Sayed. Aksi tanggap lingkungan ini pun disambut antusias oleh warga sekitar. Selain menyampaikan rasa terima kasih, masyarakat berharap jalinan silaturahmi, sinergi, dan kerja sama harmonis antara Lapas Narkotika Langkat dengan warga Desa Cempa dapat terus terpelihara secara erat dan berkesinambungan di masa-masa mendatang.(AVID/rel)

Rabu, 22 Jul 2026 - 00:40 WIB

Komjen Pol. Prof. Dr. Cryshnanda Dwilaksana (Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian). (Foto Ist).

HUKUM & KRIMINAL

Konsep Konsep Penting dan Mendasar dalam Penyusunan UULLAJ

Selasa, 21 Jul 2026 - 21:35 WIB