JA-NTB Dukung Penuh Rencana Pembangunan Jembatan Lewa Mori di Bima

RADAR BARAT

- Redaksi

Jumat, 7 November 2025 - 03:55 WIB

50646 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mataram — Rencana pembangunan Jembatan Lewa Mori di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), mendapat dukungan dari Jaringan Aktivis NTB Lembaga Studi Kasus Hukum Pidana (JA-NTB LSKHP). Melalui pernyataan resminya, organisasi ini menilai proyek tersebut sebagai langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka konektivitas antara beberapa wilayah di Pulau Sumbawa.

Menurut Presiden JA-NTB LSKHP, Hamdin, jembatan yang dirancang untuk menghubungkan sejumlah kecamatan seperti Bolo, Soromandi, Sila, dan Panda itu, menjadi simbol transformasi ekonomi kawasan timur NTB. “Kehadiran Jembatan Lewa Mori dapat membuka babak baru konektivitas di Pulau Sumbawa. Ini bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi upaya percepatan pembangunan wilayah secara menyeluruh,” ujar Hamdin, Selasa (5/11).

Pembangunan jembatan ini diinisiasi oleh salah satu anggota DPR RI dari Dapil NTB, H. Mori Hanafi, yang saat ini menjabat dari Fraksi Partai NasDem. Meski masih dalam tahap wacana dan perencanaan awal, rencana ini telah memicu tanggapan beragam dari masyarakat dan tokoh politik setempat. Salah satunya datang dari anggota DPRD Provinsi NTB dari Fraksi Golkar, Harwoto, yang menyatakan penolakannya terhadap proyek tersebut dengan alasan prioritas penganggaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penolakan itu, menurut Hamdin, patut dipertanyakan. Ia menyebut bahwa keberatan tersebut terkesan dipengaruhi kepentingan pribadi, yang salah satunya berkaitan dengan keberadaan pom bensin di Desa Sondosia, Kecamatan Bolo. “Kami menduga ada benturan kepentingan bisnis dalam penolakan ini. Jika alasan utamanya adalah soal perbaikan jalan, harusnya itu bisa diperjuangkan secara paralel tanpa menghambat rencana jembatan,” tegas Hamdin.

Ia menegaskan bahwa proyek ini belum akan direalisasikan dalam waktu dekat. Menurut informasi yang beredar, perencanaan pembangunan Jembatan Lewa Mori baru akan dimulai pada Agustus 2026. “Masih ada waktu untuk penyempurnaan studi dan perencanaan. Namun, sejak dini, dukungan terhadap proyek ini penting agar tidak dimatikan oleh narasi penolakan yang tidak substantif,” tambahnya.

Jembatan Lewa Mori diproyeksikan akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam mengakses fasilitas pelayanan kesehatan. Saat ini, beberapa desa di Kecamatan Bolo disebut harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bima. Dengan adanya jembatan tersebut, jalur tempuh dapat lebih singkat, sehingga mempercepat layanan darurat bagi masyarakat.

“Jarak ke rumah sakit bisa berkurang signifikan. Ini tidak sekadar infrastruktur, tetapi bentuk keberpihakan negara terhadap pelayanan dasar masyarakat,” kata Hamdin.

Secara geografis dan politis, jika jembatan ini berhasil diwujudkan, maka akan menjadi catatan sejarah tersendiri bagi Kabupaten Bima—sebagai daerah pertama di NTB yang memiliki jembatan penghubung atas laut. Rencana pembangunan lintas laut ini dinilai akan mendongkrak potensi maritim, pariwisata, hingga pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir di sekitarnya.

JA-NTB LSKHP secara tegas menyatakan penolakannya terhadap narasi pembatalan proyek tersebut. Lembaga ini juga mengimbau kepada seluruh pihak, termasuk para pengambil kebijakan di tingkat daerah dan provinsi, untuk melihat urgensi proyek ini secara objektif dan tidak bercampur dengan kepentingan pribadi atau kelompok.

“Yang kami dukung adalah percepatan pemerataan pembangunan. Jangan sampai proyek strategis yang menyasar kebutuhan dasar masyarakat jadi korban tarik-menarik kepentingan,” tutup Hamdin.

Untuk diketahui, Jembatan Lewa Mori rencananya akan menjadi penghubung darat melalui jalur laut dalam wilayah administratif Kabupaten Bima, sebagai bagian dari agenda pengembangan infrastruktur konektivitas Pulau Sumbawa di masa depan.

Berita Terkait

Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup
The Changing Face of America: How Demographic Shifts are Reshaping the Nation

Berita Terbaru

LANGKAT

LANGKAT – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Langkat kembali menunjukkan komitmen dan kepedulian sosialnya terhadap lingkungan sekitar. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat, jajaran Lapas Narkotika Langkat menggelar aksi bakti sosial berupa pengecoran perbaikan jalan fasilitas umum sepanjang 25 meter di kawasan Jalan Simpang Ladang, Selasa (21/07/2026). Langkah konkrit perbaikan infrastruktur ini terwujud berkat sinergi dan dukungan penuh pendanaan dari sisa hasil usaha/keuntungan Induk Koperasi Pemasyarakatan Indonesia (Inkopasindo) yang disalurkan melalui Koperasi Lapas Narkotika Langkat, serta berkolaborasi langsung dengan Pemerintah Desa Cempa, Kabupaten Langkat. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Langkat, Yan Patmos, menegaskan bahwa aksi sosial ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan bukti nyata keberadaan jajaran Pemasyarakatan yang berorientasi pada kepedulian masyarakat. “Kegiatan ini kami laksanakan selaras dengan semangat dan slogan ‘Pemasyarakatan PASTI Bermanfaat untuk Masyarakat’. Jalan Simpang Ladang ini merupakan akses vital, tidak hanya sebagai jalur utama menuju kawasan Lapas tetapi juga nadi mobilitas harian warga setempat. Melalui perbaikan ini, kami berharap dapat memberikan kenyamanan, keamanan berkendara, serta memperlancar roda perekonomian dan aktivitas warga sehari-hari,” tutur Yan Patmos di sela-sela kegiatan. Semangat gotong royong tampak menyelimuti lokasi kegiatan. Aksi perbaikan jalan ini melibatkan partisipasi aktif dari berbagai unsur, mulai dari seluruh jajaran pejabat struktural, staf, tim pengamanan, Kepala Dusun setempat, masyarakat sekitar, hingga warga binaan Lapas yang telah memenuhi kriteria dan syarat. Pelibatan warga binaan ini sekaligus menjadi ruang pembinaan kerja dan sarana pengabdian langsung mereka sebelum kembali sepenuhnya ke tengah masyarakat. Sementara itu, Kepala Desa Cempa, M. Sayed, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kontribusi nyata yang diberikan oleh pihak Lapas beserta Inkopasindo. “Atas nama warga dan Pemerintah Desa Cempa, kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran Lapas Narkotika Langkat dan Inkopasindo atas bantuan bakti sosial ini. Perbaikan jalan sepanjang 25 meter ini sangat berarti bagi kelancaran mobilitas dan keselamatan warga kami yang melintas setiap hari,” ungkap M. Sayed. Aksi tanggap lingkungan ini pun disambut antusias oleh warga sekitar. Selain menyampaikan rasa terima kasih, masyarakat berharap jalinan silaturahmi, sinergi, dan kerja sama harmonis antara Lapas Narkotika Langkat dengan warga Desa Cempa dapat terus terpelihara secara erat dan berkesinambungan di masa-masa mendatang.(AVID/rel)

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:59 WIB

Diduga Edarkan Narkotika Jenis Sabu, Satresnarkoba Polres Gayo Lues Berhasil Ciduk Seorang Oknum ASN 

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:08 WIB

Bravo! Satresnarkoba Polres Gayo Lues Kembali Cetak Prestasi, Kasus Sabu Berhasil Diungkap

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:43 WIB

Resmi Jabat Kapolres Gayo Lues, AKBP Cakra Donya Disambut Didong Alo dan Tari Ranup Lampuan

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:44 WIB

Kapolda Aceh Pimpin Sertijab 7 Pejabat Utama dan 9 Kapolres Jajaran Polda Aceh

Senin, 13 Juli 2026 - 19:59 WIB

Temu Ramah Kegiatan MPLS SMAN 1 Putri Betung Tahun Pelajaran 2026/2027 Perkuat Sinergi Sekolah dengan Forkopimcam dan Masyarakat

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:34 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Ringkus Dua Pelaku Penyalahgunaan Sabu, Pemasok Masih Diburu 

Rabu, 1 Juli 2026 - 17:07 WIB

Hari Bhayangkara Ke-80, Kapolres Gayo Lues: Tingkatkan Pelayanan Terbaik Kepada Masyarakat

Minggu, 28 Juni 2026 - 23:34 WIB

Polres Gayo Lues Gelar Olahraga Bersama Semarakkan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026

Berita Terbaru

LANGKAT

LANGKAT – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Langkat kembali menunjukkan komitmen dan kepedulian sosialnya terhadap lingkungan sekitar. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat, jajaran Lapas Narkotika Langkat menggelar aksi bakti sosial berupa pengecoran perbaikan jalan fasilitas umum sepanjang 25 meter di kawasan Jalan Simpang Ladang, Selasa (21/07/2026). Langkah konkrit perbaikan infrastruktur ini terwujud berkat sinergi dan dukungan penuh pendanaan dari sisa hasil usaha/keuntungan Induk Koperasi Pemasyarakatan Indonesia (Inkopasindo) yang disalurkan melalui Koperasi Lapas Narkotika Langkat, serta berkolaborasi langsung dengan Pemerintah Desa Cempa, Kabupaten Langkat. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Langkat, Yan Patmos, menegaskan bahwa aksi sosial ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan bukti nyata keberadaan jajaran Pemasyarakatan yang berorientasi pada kepedulian masyarakat. “Kegiatan ini kami laksanakan selaras dengan semangat dan slogan ‘Pemasyarakatan PASTI Bermanfaat untuk Masyarakat’. Jalan Simpang Ladang ini merupakan akses vital, tidak hanya sebagai jalur utama menuju kawasan Lapas tetapi juga nadi mobilitas harian warga setempat. Melalui perbaikan ini, kami berharap dapat memberikan kenyamanan, keamanan berkendara, serta memperlancar roda perekonomian dan aktivitas warga sehari-hari,” tutur Yan Patmos di sela-sela kegiatan. Semangat gotong royong tampak menyelimuti lokasi kegiatan. Aksi perbaikan jalan ini melibatkan partisipasi aktif dari berbagai unsur, mulai dari seluruh jajaran pejabat struktural, staf, tim pengamanan, Kepala Dusun setempat, masyarakat sekitar, hingga warga binaan Lapas yang telah memenuhi kriteria dan syarat. Pelibatan warga binaan ini sekaligus menjadi ruang pembinaan kerja dan sarana pengabdian langsung mereka sebelum kembali sepenuhnya ke tengah masyarakat. Sementara itu, Kepala Desa Cempa, M. Sayed, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kontribusi nyata yang diberikan oleh pihak Lapas beserta Inkopasindo. “Atas nama warga dan Pemerintah Desa Cempa, kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran Lapas Narkotika Langkat dan Inkopasindo atas bantuan bakti sosial ini. Perbaikan jalan sepanjang 25 meter ini sangat berarti bagi kelancaran mobilitas dan keselamatan warga kami yang melintas setiap hari,” ungkap M. Sayed. Aksi tanggap lingkungan ini pun disambut antusias oleh warga sekitar. Selain menyampaikan rasa terima kasih, masyarakat berharap jalinan silaturahmi, sinergi, dan kerja sama harmonis antara Lapas Narkotika Langkat dengan warga Desa Cempa dapat terus terpelihara secara erat dan berkesinambungan di masa-masa mendatang.(AVID/rel)

Rabu, 22 Jul 2026 - 00:40 WIB

Komjen Pol. Prof. Dr. Cryshnanda Dwilaksana (Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian). (Foto Ist).

HUKUM & KRIMINAL

Konsep Konsep Penting dan Mendasar dalam Penyusunan UULLAJ

Selasa, 21 Jul 2026 - 21:35 WIB